Kamis, 22 November 2012

Arti dari katamu

Kamu berkata seolah aku yang hina..

Kamu berkata seolah aku yang bersalah..

Kamu berkata seolah kau tak berdosa..

Tau kah kau ??? Arti dari katamu..

Kamu bicara tentang kebodohanmu..

Kamu bicara tentang rendahnya dirimu..

Kamu bicara tentang kebusukanmu...

Kamu bicara tentang semua keburukanmu..

Kamu menutupi semua dosamu..

Dengan tameng mukut sucimu..

Di mataku..

Kamu manusia terkutuk..

Kamu tak pantas di sebut beragama..

Sedangkan dirimu kau jual dengan kemunafikan..

Sebenarnya kamu orang yang paling takut..

Kamu orang yang paling...

Kamu orang yang paling menyedihkan..

Kamu lebih buruk dari anjing jalang..

Kamu yang sangat memalukan..

Semuanya adalah arti benci padamu..

Tak sempat ku berkata..

Kamu menyela dengan kata seolah nyata..

Dengan kata seolah memang seperti itulah aku..

Aku terdiam...

Bertanya - tanya apakah Tuhan akan menyelamatkanku...

Memberikan kebenaran..??

Aku hanyalah aku..

Hidupku adalah jalanku..

Aku yang bisa menyelamatka diriku sendiri..

Kau yang berdosa akan ku buat lebih dosa..

Kamupun tak pantas untuk surga..

Aku bahagia bila melihatmu menderita..

Bersujud memohon menangis..

Buatku semakin bahagia..

Akulah ank tuhan yang di buang..

Senin, 12 November 2012

Kuroshitsuji ( Black Butler ) Season 2 [ Subtitle Indonesia ]

2012 11 09 175658 Kuroshitsuji ( Black Butler ) Season 2 [ Subtitle Indonesia ]



lternative Titles
English: Black Butler II
Synonyms: Kuroshitsuji 2, Black Butler 2
Japanese: 黒執事II

Information
Type: TV+OVA
Episodes: 12
Status: Finished Airing
Aired: Jul 2, 2010 to Sep 17, 2010
Producers: Aniplex, A-1 Pictures,Square Enix, FUNimation EntertainmentL
Genres: ActionComedyDemons,FantasyShounenSupernatural
Duration: 24 min. per episode
Rating: 7.88
Subtitle: Indonesia
Credit:  ciel-subs

Sinopsis:
Pada akhir abad kesembilan belas Inggris, satu tahun tiga bulan setelah akhir yang dramatis dari seri asli, Kuroshitsuji II memperkenalkan kepala pelayan baru dan tuan muda. Para Trancy Alois sadis namun ceria telah menghadapi beberapa kali kasar. Dia diculik sejak bayi, dan dipaksa bekerja di sebuah desa sebagai budak. Secara bertahap, ia kehilangan orang tuanya, sahabatnya, dan semua orang yang dikenalnya. Alois akhirnya kembali ke rumah dan menjadi kepala rumah besarnya, tetapi tampaknya menunjukkan beberapa perilaku aneh sejak itu. Bahkan lebih aneh, dia kembali dengan Claude Faustus, seorang kepala pelayan, misterius emosi dengan bakat tak terduga ...


Kuroshitsuji II Trailer


Link Download Kuroshitsuji II [Subtitle Indonesia] Completed

Episode 1-12 + OVA
pass : Cielsubs


Kamis, 08 November 2012

puisia jeritan sakit

Aku terlalau sangat sedih..
tak pernah ada yang mengerti kesedihan hatiku..
yang seakan ingin membunuhku perlahan..
andai aku bisa mengambil  hati dan perasaanku..
ingin ku hancurkan..rasa sedih ini..
ingin ku hancurkan perasaanku yang terlalu banyak  merasakan kepedihan..
ingin ku hancurkan rasa sedih ini..
ingin ku bunuh semua orang yang menyakitiku tanpa hati dan perasaanku..
jika aku bisa..
aku senang melihat semuana menderita...
apa bisa kalian merasakan sakit yang pernah kalian berikan padaku..

Sabtu, 03 November 2012

depresi sepi

tak tau arah dan menangis di tengah kesunyian..

tak ada yang mampu menolong..

kutatap di sudut pandang hanya tampak diriku sendiri..

terperangkap dan tersiksa memiliki jiwa manusia yang rapuh..

ingin mencabut hati berperasaan..

ingin ku gadai jiwaku..

untuk kebencian yang abadi..

untuk kesepian yang menusuk..

untuk kehausan yang mencekam...

kesedihan jiwa

sedihku hanyalah untukku...

keputus asaanku adalah karenaku...

semua yang terjadi hanya cerita hidupku..

tak ada yang tau dan mengerti..

betapa pedih diri ini...

betapa perih jiwa ini..

betapa ingin mati hati ini..

mencoba dan mencari..

hal yang mustahil dan akan jadi mungkin..

sebuah keabadian..

sebuah kesunyian..

jeritan kepedihan..

terlihat jelas di raut wajahku..

terbaca di mataku..

hilang di gelap anganku..

Kamis, 01 November 2012

kepalsuan di balik keagunganmu

kau yang menulis takdir sesorang untuk jadi buruk dan baik..
mengapa tak kau jadikan  semua menjadi baik..
kau yang sejak awal menentukan di mana orang untuk neraka dan surga...
semua telah kau tulis takdir dengan keinginanmu..
lalu buat apa aku takut berbuat buruk dan baik??
jika sejak awal memang kau telah menentukan di mana langkahku berada..
dan apa yang aku lakukan hari ini memang takdirmu..
sesungguhnya kau yang bermain - main dengan insanmu..
kenapa kau tak selamatkan mereka semua untuk jadi baik???
kenapa kau menentukan baik dan buruk??
ini seperti kepalsuan di balik keagunganmu...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Menangani Depresi




satu-satunya suasana hati yang pada umumnya benar-benar diusahakan untuk dijauhi adalah kesedihan. Saya mengamati bahwa ada saja akal orang bila menyangkut upaya untuk menyingkirkan kesedihan. Tentu saja, tidak semua kesedihan harus dihindari; kesedihan seperti suasana hati lainnya, mempunyai manfaat-manfaat. Kesedihan yang ditimbulkan oleh suatu kehilangan mempunyai akibat tertentu yang berbeda-beda: menutup minat kita pada hiburan dan kesenangan, mengarahkan perhatian pada apa yang telah hilang, dan menghimpun energi kita untuk memulai usaha-usaha baru-sekurang-kurangnya untuk sementara waktu menyingkirkan kita dari kesibukan-kesibukan dunia rutinitas kita dan pada akhirnya membuat penyesuaian psikologis serta menyusun rencana baru yang memungkinkan kita untuk melanjutkan kehidupan.
Berduka itu bermanfaat sedangkan depresi yang berkelanjutan itu sia-sia. Depresi yang luar biasa mengenai “banyaknya manifestasi menyedihkan dari depresi”, antara lain kebencian pada diri sendiri, perasaan tak berharga, “terkurung ketidakbahagiaan sekaligus” kegelisahan mengelilingi, merasa takut dan terkucil, dan yang terutama kecemasan yang menyesakkan. Kemudian terdapat tanda-tanda intelektual: “bingung, gagal memusatkan pikiran dan mudah lupa”, dan pada tahap yang lebih lanjut pikirannya dikuasai oleh “gangguan-gangguan anarkis”. Dan adanya perasaan bahwa proses berpikirnya dihantam gelombang asing beracun yang menghapuskan setiap respon yang menyenangkan dalam kehidupan duniawi”. Ada efek-efek fisik: sulit tidur, tak berminat apa-apa bagaikan mayat hidup, mati rasa, resah, tetapi yang lebih khusus adalah perasaan tak berdaya yang ganjil seiring dengan terus menerus gelisah. Kemudian diikuti dengan hilangnya gairah: “Makanan, seperti juga semua yang harus dirasa, sama sekali tak berasa”. Akhirnya lenyaplah harapan ketika “kabut ketakutan yang samara-samar” menjelma menjadi keputusan yang begitu menyakitkan sehingga nyaris serasa nyeri fisik, suatu rasa sakit yang tak tertanggungkan sehingga bunuh diri menjadi penyelesaian.
Dalam depresi berat semacam itu, kehidupan menjadi lumpuh; tak ada energi yang muncul. Gejala-gejala depresi itu sendiri melukiskan hidup yang sedang berhenti. Tidak ada obat atau terapi yang menolong; waktu yang berlalu serta perawatan di rumah sakitlah yang pada akhirnya melenyapkan keputusasaannya. Tetapi bagi sebagian besar orang, terutama bagi orang yang penyakitnya tidak begitu berat, psikoterapi dapat membantu.
Fokus di sini adalah kesedihan yang lebih umum yang pada batas-batasnya, secara teknis disebut “depresi subklinis”, yaitu kesedihan biasa. Kesedihan ini termasuk dalam rentang keputusasaan yang dapat diatasi sendiri, bila yang bersangkutan memiliki ketahanan mental. Sayangnya beberapa strategi yang sering digunakan dapat digunakan menjadi senjata makan tuan, membuat orang merasa lebih sedih ketimbang sebelumnya. Salah satu strategi semacam itu adalah pergi menyendiri, cara ini tampaknya menarik bila orang merasa kecewa, tetapi seringkali tindakan itu hanya menambah perasaan kesepian dan terasing. Cara yang lazim digunakan untuk melawan depresi adalah bersosialisasi, makan-makan di luar, pergi nonton bioskop, atau melakukan sesuatu lainnya bersama sahabat atau keluarga. Cara ini akan berhasil bila dapat membuat orang tak lagi memikirkan kesedihannya. Tetapi tindakan tersebut semata-mata memperpanjang suasana sedih bila kesempatan tersebut digunakan untuk merenungkan apa yang membuatnya murung.
Sesungguhnya salah satu faktor utama apakah depresi akan terus bertahan atau hilang adalah kadar sampai di mana orang memikirkannya. Mengkhawatirkan apa yang merisaukan kita, tampaknya membuat depresi semakin lebar dan berlarut-larut. Pada depresi, kekhawatiran terwujud dalam beberapa bentuk, semuanya berpusat pada titik sepresi itu sendiri, yaitu betapa lelahnya perasaan kita, betapa sedikitnya tenaga atau motivasi yang kita miliki. Kekhawatiran lainnya mencakup “mengucilkan diri sendiri dan membayangkan betapa tidak nyamannya perasaan Anda.
Kadang-kadang orang-orang yang mengalami depresi mencari pembenaran atas apa yang mereka renungkan dengan alasan bahwa itu untuk “memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik”, padahal mereka justru memicu munculnya perasaan sedih tanpa mengambil langkah apapun yang mungkin dapat melenyapkan kesedihan mereka. Jadi, dalam terapi melamun ini boleh jadi sangat menolong untuk menyelami penyebab depresi, bila menjurus pada pemahaman atau tindakan yang akan mengubah kondisi penyebab kesedihan. Tetapi secara pasif larut dalam kesedihan justru membuat kesedihan itu menjadi lebih berat.
Melamun dapat juga membuat depresi menjadi lebih parah karena dapat menciptakan keadaan yang lebih menyedihkan. Contoh seorang SPG yang mengalami depresi dan menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencemaskan hal itu, sehingga ia tidak muncul pada momen-momen penjualan yang penting. Kemudian nilai penjualannya merosot yang justru memperparah depresinya. Bila saja ia menanggapi depresi itu dengan berusaha menghibur dirinya sendiri, barangkali ia akan menangani sendiri momen-momen penjualannya sebagai cara untuk melepaskan pikiran dari kesedihannya. Hasil penjualannya kecil kemungkinannya akan merosot, dan pengalaman melakukan penjualan itu sendiri bisa memperkuat kepercayaan diri dan mengurangi depresinya.
Nolen Hoeksma menemukan bahwa kaum wanita jauh lebih sering melamun bila sedang depresi dibandingkan kaum pria. Menurutnya hal ini mugkin merupakan sebagian penyebab mengapa kaum wanita yang terdiagnosis mengidap depresi dua kali lipat daripada kaum pria. Tentu saja faktor lain bisa ikut berperan. Misalnya kaum wanita lebih terbuka dalam mengungkapkan kesedihan mereka. Kaum pria yang mengalami depresi lebih suka menenggelamkan diri dalam alkoholisme, yang dalam hal ini jumlah mereka dua kali lebih banyak dari wanita.
Terapi kognitif yang bertujuan untuk mengubah pola pemikiran seperti itu, dalam beberapa studi telah terbukti sama efektifnya dengan obat-obatan dalam mengatasi depresi klinis ringan. Dua strategi mantap dalam memerangi depresi adalah belajar melawan pikiran-pikiran yang mencemaskannya-saat merenung mempertanyakan keefektifannya dan mencari alternatif  penyelesaian yang lebih baik dan yang kedua adalah membuat jadwal selingan yang menghibur dan menyenangkan.
Satu alasan mengapa selingan bersifat efektif adalah karena pikiran depresi bersifat automatis, masuk ke wilayah pikiran seseorang tanpa diundang. Bahkan ketika orang yang depresi mencoba menekan pikiran-pikiran yang menyedihkan, seringkali mereka tetap tidak mampu mencari alternative yang lebih baik. Begitu gelombang pikiran depresi menerjang, pikiran tersebut mempunyai pengaruh asosiasi. Misalnya ketika orang depresi diminta untuk menyusun kalimat dari beberapa kata yang ada, mereka lebih mudah menyusun kalimat yang isinya mengandung perasaan sedih, “masa depan tampaknya amat suram” dibandingkan kalimat yang menggembirakan“masa depan akan cerah”.